Senin, 24 Mei 2010

Penjas

Service
Service ada beberapa macam:
Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
• Sikap badan dan pandangan
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli

Passing

• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan

Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.

BAHASA INGGRIS

TENSES
(BENTUK WAKTU)
Yang dimaksud dengan tenses itu adalah suatu gambaran atau penjelasan kapan suatu peristiwa,berita,pernyataan,tindakan terjadi didalam kalimat dari kata kerja(verbs)yang sesuai dengan waktu terjadinya suatu peristiwa dan perubahan keterangan waktu.
Perhatikan contoh berikut ini:
1.they go to sampang everyday.
(mereka pergi ke sampang setiap hari).
2.they went to sampang yesterday.
(mereka pergi kesampang kemarin)
3 they will go to sampang tommorrow
(mereka akan pergi kesampang besok)
4.they are going to sampang now
(mereka sedang pergi ke sampang sekarang)
5 they have gone to sampang
(mereka telah pergi ke sampang)

SIMPLE PRESENT TENSE
a.dipergunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan ,perbuatan,ataupun peritiwa yang bisa dilakukan
contoh:
1)I usually go to school at seven o’clock every morning.
-saya bisa pergi ke sekolah pada jam tujuh setiap pagi
2)they usually have breakfast before going to school
-mereka biasa sarapan pagi sebelum sekolah
3)we usually go to bed at ten o’clock every evening
-kami biasanya pergi tidur pada jam sepuluh stiap malam

PRESENT CONTINOUS TENSE
a.dipergunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan,atau perbuatan ataupun peristiwa yang terjadi pada saat waktusekarang atau juga bisa juga disebut suatu peristiwa yang terjadi.
Contoh:
1)I am going to school now
-saya sedang pergi kese kolah sekarang
2)we are studying biologi now
-kami sedang belajar biologi sekarang
3)she is coking the rice in the kitchen now

PRESENT PERFECT TENSE
Dipergunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan ,perbuatan atau peristiwa yang baru saja selesaidilakukan,akan tetapi waktunya tidak ditentukan.
Contoh:
1)they have finishid their homework
-mereka telah menyelesaikan pekeerjaan rumah mereka
2)he has gone to madura
-dia telah pergi ke madura
3)ita has read newspaper
-ita telah membaca surat kabar

Hubungan Internasional

Hubungan Internasional, adalah cabang dari ilmu politik, merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional, termasuk peran negara-negara, organisasi-organisasi antarpemerintah, organisasi-organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat, dan perusahaan-perusahaan multinasional.Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu.


Selain ilmu politik, Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu sepertiekonomisejarahhukumfilsafatgeografisosiologiantropologipsikologistudi-studi budayadalam kajian-kajiannya.HI mencakup rentang isu yang luas, dari globalisasi dan dampak-dampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian ekologis, proliferasi nuklir, nasionalisme, perkembangan ekonomi, terorisme, kejahatan yang terorganisasi, keselamatan umat manusia, dan hak-hak asasi manusia

Sejarah

Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648], ketika sistem negara modern dikembangkan. Sebelumnya, organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan, yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa, atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia, tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. [Westphalia] mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state), institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara.Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika, Afrika, dan Asia, lewat kolonialisme, dan “standar-standar peradaban”. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. Namun, sistem ini agak terlalu disederhanakan. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”, banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pra-modern”.[ Lebih lanjut, beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional, yang mencakup level individual, negara-bangsa domestik sebagai suatu unik, level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global